KRU PATRIA NDAYOH KE MBAH RONGGO
Juru kunci gunung Kelud
Magis dan mempesona….. .Kesan ini terekam kuat dalam larung sesaji / yang diadakan dikawah gunung kelud , satu dari sekian gunung api yang masih aktif di Jawa Timur .
… Wajah dua dara itu terus tersenyum . Mereka duduk dikursi berwarna emas , digotong beberapa pria berperawakan sedang . Tidak ada yang menampakkan wajah letih , hanya ketulusan dan keceriaan .…Ya…. hari itu , minggu wage , 9 september 2007 lalu ,masyarakat Ngancar Kediri , kembali menggelar larung sesaji di kawah kelud , sebuah ritual tahunan ,yang digunakan sebagai medium do’a pada para leluhur dan sang pencipta . … Setelah prosesi dan sambutan pejabat setempat ,rombongan pembawa sesaji dan arak-arakan mulai mendekati kawah .… Dari lapangan parkir dan pos utama gunung kelud / arak-arakan bergerak menuju lorong berukuran lebar 4 meter,tinggi 3 meter dan panjang 110 meter . Dan saat cahaya diujung lorong menyambut ,aroma kawah mulai terasa …Tanpa kenal lelah ,para pembawa sesaji menapaki tangga turun sepanjang 350 meter , dengan tingkat kemiringan mencapai 20 sampai 45 derajat ,… Tepat dibibir kawah yang memiliki luas kurang lebih 12 hektar itu , .. setelah pembacaan do’a-do’a ,sesaji mulai dihanyutkan ke kawah . Selang beberapa saat kemudian , orang-orang mulai berebut sesaji dengan cara masuk kedanau kawah .… Tetabuhan musik tradisional kembali membahana ,menambah ramai suasana larung sesaji di kawah gunung kelud .
Warga patria , saya dewi kartika bersama tim liputan Radio Patria FM akan mencoba ,menyusuri lereng kelud yang saat ini dalam status siaga , sejak di temukan peningkatan aktifitasnya . siang itu udara di blitar memang terasa panas , namun tidak menyurutkan langkah tim liputan Radio Patria ,untuk menuju gunung kelud .Dengan naik mobil ,berangkatlah team melewati desa nglegok dan melintasi jalan lahar .Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit , sampai juga rombongan Radio Patria FM di desa sugihwaras kecamatan ngancar kediri ,desa terakhir sebelum seseorang memasuki kawasan Gunung Kelud. Sekitar satu kilometer di atas Sugihwaras/ terdapat areal perkebunan milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Margomulyo/ Pemerintah Kabupaten Kediri . Sepanjang perjalanan menanjak menyusuri jalan di desa sugihwaras , aktifitas masyarakat ternyata tidak mengalami perubahan yang mencolok .Bahkan bisa di bilang masyarakat di desa sugihwaras tetap[ melakukan aktifitas seperti biasa ,meski gunung kelud sudah dalam status siaga .Hanya saja persiapan dari pemerintah setempat untuk mengantisipasi meletusnya gunung kelud sudah mulai terlihat ,dengan didirikannya poskotik bagi pengungsi di beberapa tempat . Setelah sempat ngobrol dengan teman teman dari satpol pp ,dan babinsa kabupaten kediri di dekat pintu masuk kawasan wisata kelud ,team liputan segera meluncur ke pos pemantau tanggap darurat aktifitas kelud , yang berada 7 kilo meter dari kawah kelud .Warga patria ….. sungguh suatu kebahagiaan , dan kebanggaan tersendiri ,sebab kehadiran tim liputan beserta rombongan di sambut hangat oleh teman teman di pos pemantau yang kebanyakan berasal dari bandung // Bapak umar rosidi , ketua tim pemantau yang asli dari bandung , menyambut hangat kedatangan tim liputan yang ingin mengetahui secara langsung ,kondisi gunung kelud saat ini . Baik warga patria ,sebelum kita mengupas lebih lanjut tentang kondisi gunung kelud saat ini , dan apa saja upaya juru kunci mbah ronggo ,untuk menjaga gunung kelud agar tidak meletus ,kita simak dulu ,sejarah gunung kelud .
Jingle patria
Warga patria , Gunung Kelud adalah sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Timur, yang masih sangat aktif hingga saat ini. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri ,dan Kabupaten Blitar, atau sekitar 27 km sebelah timur Kota Kediri.Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 telah merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa.Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926, dan masih berfungsi hingga kini.Pada abad ke-20,Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919, 1951,1966, dan 1990. Warga patria meletusnya gunung kelud Semuanya didahului dengan menghebatnya bau belerang.Pada 31 Agustus 1951 Kelud meletus pukul 07.00 WIB, dengan korban tewas 7 orang.Pada 24 April 1966 meletus pukul 19.00 WIB ,dengan korban tewas 210 orang. Terakhir 10 Februari 1990 ,meletus pukul 11.00 WIB /dengan korban tewas 34 orang. Sementara itu warga patria, Pada lereng Gunung Kelud , sejak tahun 2004 telah dibuka sarana jalan darat untuk mempermudah para wisatawan serta penduduk sekitar ,menuju pucak Gunung Kelud.
Dan warga patria ,kamipun juga meminta komentar dari sebagian warga desa sugihwaras kecamatan ngancar kediri , tentang status siaga dari gunung kelud saat ini .
Insert warga 1 dan warga 2
Dan warga patria , menyebut gunung ,kita mungkin akan berfikir tentang juru kunci dari gunung gunung yang masih aktif diindonesia . jika Gunung Merapi punya Mbah Maridjan yang akhirnya jadi seleb. Gunung Semeru dengan puncak Mahameru /pernah punya Mbah Dipo ,yang meninggal dua tahun lalu// Maka Gunung Kelud pun juga punya mbah ,walau belum setenar Mbah Maridjan. Namanya Mbah Ronggo,yang tinggal di desa sugihwaras kecamatan ngancar kediri .Juru kunci gunung kelud ini , bisa menjadi penawar gelisah , dan mengobati rasa cemas dari warga sekitar lereng gunung kelud , sejak status siaga di komandokan . Sekedar menggambarkan sosok sang juru kunci mah ronggo . Perawakannya sedang bahkan sedikit kecil dibanding pria sepantarannya. Namun kekuatan batin lelaki yang tinggal di kaki Kelud ini ,tidak diragukan. Banyak warga Desa Sugihwaras meminta petunjuk kepada pria yang bernama asli Parjito ,sebelum berladang atau sekadar mengetahui cuaca di sekitar Kelud.Rasanya Desa Sugihwaras yang terdiri atas empat dusun/ yakni Dusun Sugihwaras, Margorejo, Mulyorejo, dan Jambon belum merasa lega ,jika Mbah Ronggo belum ‘bertitah’..Warga selalu menunggu ’siaran pers’ dari pria yang juga memiliki nama Warsito ini, tentang aktivitas Kelud. Begitu Mbah Ronggo meyakini gunung dengan tinggi 1.731 meter dpl ini belum akan meletus, warga yang mencapai 798 kepala keluarga itu menjadi tenang.Dan Meski tim Tanggap Darurat Aktivitas Kelud (TDAK) terus menemukan peningkatan aktivitas Kelud/ namun dalam kepercayaan batin Mbah Ronggo, Kelud masih belum akan meletus . Bukan karena tidak percaya dengan temuan tim ahli seiring terus terjadinya perubahan warna kawah dan peningkatan suhu, namun kekuatan batin juru kunci ini mengirimkan sinyal khusus, dan lelaki paruh baya ini juga selalu melakukan komunikasi lewat ritual khusus agar saat ini kelud tidak meletus .Paling tidak jika benar benar meletus ,maka seburannya tidak terlalu besar . Warga patria … rasanya kurang pas ,kalau kita hanya bercerita seputar mbah ronggo , sang juru kunci gunung kelud ini . inilah .. oleh oleh serta petikan wawancara tim liputan Radio Patria FM saat ndayoh di rumah mbah ronggo .
Insert mbah ronggo
Warga patria ,demikian tadi liputan khusus gunung kelud , dan ndayoh ke mbah ronggo , yang menjadi juru kunci gunung kelud . Seluruh kru yang bertugas , Saya dewi sebagai narator dan penulis naskah , Dhany julian redaksi . Tora dan Rio team properti , basori sebagai driver dan surya penyelaras akhir , serta dewa produser acara permisi . Terima Kasih perhatian anda / dan sampai ketemu di liputan mendatang .

